Rantau

Satu malam lagi aku bertemu
Melepas rindu yang menggebu
Yang lama dibelenggu
Di dasar terdalam kalbu

Satu malam lagi aku berjumpa
Melepas dahaga akan rupa
Bertemu tatap muka
Dari waktu yang lama

Satu malam lagi aku datang
Dengan penuh rasa sayang
Sinar mentari kalah terang
Dibanding rasa yang takkan hilang

Category: 2 comments

A Small Goodbye from a Little Man in a Big Family

Saudara-saudara satu angkatan 2014, ini bukan kata perpisahan, ini bukan kata selamat tinggal, ini hanya pesan dari salah satu saudara kalian

92 orang yang menjalani hidup bersama selama ini
92 orang yang menjalani susah senang bersama ini
92 orang yang menjadi satu dalam angkatan ini

Aku hanya satu orang kecil di dalam angkatan yang besar. Aku bukan siapa-siapa dan tidak menuntut untuk menjadi apa-apa. Aku adalah diriku, kecil, tak bermakna, tak bisa apa apa.

Tapi bersama kalian, aku besar

Kuawali surat ini dengan kata terima kasih dan maaf. Walaupun aku tahu, ribuan terima kasih yang kuucapkan, jutaan maaf yang kusampaikan, tak akan pernah mengganti kebaikan yang pernah kudapatkan selama bersama kalian.

2 semester yang luar biasa bersama kalian
2 semester yang tak pernah kulupakan
2 semester yang akan jadi cerita menakjubkan untuk kusampaikan pada cucu-cucuku mendatang

Untitled

rasa suka selalu bersandingan dengan kebencian
toleransi selalu bersandingan dengan egoisme
kesabaran selalu bersandingan dengan amarah
kepercayaan selalu bersandingan dengan pengkhianatan

dalam kehidupan, kita selalu dihadapkan dengan pilihan
pilihan untuk menjadi diri sendiri, atau menjadi orang lain
untuk disukai atau untuk dibenci
untuk mendahului atau untuk mundur
untuk bicara atau untuk diam

tidak pernah ada cerita sebuah pohon tinggi yang tidak tertiup angin
tidak pernah ada cerita seorang pemimpin yang benar benar disukai
yang ada, semakin sering seseorang berada di depan, semakin banyak borok yang kelihatan
semakin banyak seorang bicara, semakin banyak kesalahan yang terbaca

ini pilihan, untuk berada di depan dan memimpin
tetapi semua orang melihat burukmu
tetapi semua orang mencacimu
atau berada di belakang
menyalahkan yang di depan jika salah jalan
mengkritik yang di depan jika tak benar

jika kau melakukan sesuatu dan tak ada seseorangpun yang membencimu, kau salah dalam melakukan itu

Selamat Ulang Tahun

Aku menyukaimu dengan akal
Karena tanpa akal, aku gila
Aku melihatmu dengan hati
Karena tanpa hati, aku buta
Aku merasakanmu dengan jiwa
Karena tanpa jiwa, aku tak ada
Aku mencintaimu dengan cinta
Karena tanpa cinta, aku tak berdaya

Kamulah inspirasiku
Api yang membara di tengah salju Jayawijaya
Kamulah titik balikku
Turunan sama dengan nol yang merubah segalanya
Kamulah racunku
Zat adiktif yang masih dilegalkan oleh negara
Kamulah kamu
Yang aku cinta apa adanya

Aku pujangga tak modal barang sebuah
Hanya kata-kata manis di ujung lidah
Aku bukan petinggi pengumbar janji
Yang meninggikanmu tanpa bukti
Aku pecinta
Dan kau yang dicinta

Hitam putihku kau telan
Habis kataku tenggelam di matamu
Gelapku kau simpan
Dan penyesalan tinggal pelajaran

Wahai wanita, kau beranjak dewasa
Tapi kekanakanmu masih ada
Tak apa
Itulah yang membuatmu ada, beda
Tapi hatimu lebih luas
Tak hingga

Selamat menempuh umur baru
Selamat menjalani masamu
Selamat dunia dan sesudahnya

Selamat ulang tahun