Rantau

Satu malam lagi aku bertemu
Melepas rindu yang menggebu
Yang lama dibelenggu
Di dasar terdalam kalbu

Satu malam lagi aku berjumpa
Melepas dahaga akan rupa
Bertemu tatap muka
Dari waktu yang lama

Satu malam lagi aku datang
Dengan penuh rasa sayang
Sinar mentari kalah terang
Dibanding rasa yang takkan hilang


Sampai saat itu, sampai waktu itu, aku masih merindukanmu
Dari waktu ke waktu, hanya terbayang rupamu, mendengar suaramu
Sampai kita bertemu, Ibu

Sampai esok jumpa, sampai pada waktunya, aku masih membayangkannya
Dari masa ke masa, hanya teringat wajah, mengkhayal indah
Sampai kita berjumpa, Ayah

Anak rantaumu mau pulang
Mau ke kampung halaman
Tidak untuk seterusnya
Tapi dikenang selamanya

Anak cengengmu mau kembali
Mau mendapat pelukanmu lagi
Sebelum semua tinggal memori
Sebelum waktu yang berhenti

Dibalik rasa sok tegar
Dibalik tawa tak peduli
Dibalik langkah yang tegap
Dibalik semua itu
Terdapat hati

Sudah lama melankoli ini mati
Dipendam jauh di dasar bumi
Sudah lama perasaan dibuang
Walau sedikitpun takkan hilang
Karena jauh dirantau 
Tak boleh ada rasa galau

Ijinkan aku sekali lagi
Mengembalikan melankoli ini
Menghidupkan yang lama mati
Membangun lagi rasa hati

Ibu, Ayah
Mama, Papa
Umi, Abi
Mbok'e, Pak'e

Mamak... Bapak...

Maafkan anakmu yang cengeng ini
Jika nanti air matanya menetes lagi
Walau umur tak muda lagi
Yang harusnya sudah berdiri sendiri
Tapi masih bermelankoli
Dan tidak bersikap layaknya lelaki



Karena aku sadar nanti
Ketika sudah mapan sendiri
Makin lama waktu menemui
Mungkin setahun sekali
Atau sekedar ucapan selamat idul fitri
Dan aku tak menyia-nyiakan kesempatan
Yang tak datang dua kali

Akhirnya, aku kembali
Kembali untuk pergi...

Lagi
Category:

2 comments:

juni asykari mengatakan...

15 tahun yang lalu, aku sudah merasakan nikmatnya rasa yang kamu rasakan sekarang. Pelajaran berharga dalam hidup, adalah ketika kamu bisa merasakan manis dari pahitnya kehidupan (Abukhalid's quote). Jadi anak lanang, memang harus melalui masa sulit seperti ini, demi secercah senyuman dan tetesan air mata bahagia dari mereka yang telah membesarkan kita.

Agung Putra Wijayanto mengatakan...

iya mas, doakan adikmu ini jadi orang yang bisa banggain keluarga, bangsa, dan agama. makasih banyak mas atas pelajaran hidup yg pernah mas ajarin

Posting Komentar