Bahasa, Doa, Dan Asa

Aku selalu jatuh cinta pada bahasa
Ia yang memperindah kata
Ia yang mengungkapkan rasa

Aku selalu jatuh cinta pada cara
Ia yang menunjukkan
Ia yang mengarahkan

Aku juga jatuh cinta pada referensi
Ia yang membuktikan bukti
Ia yang mencarikan cari

Maaf aku buruk dalam merangkaimu
Aku jelek dalam menuliskanmu
Aku tak baik dalam menjelaskan keberadaanmu
Aku lupa cara menjelaskanmu

Sastra dan asa bersatu
Menyampaikan yang tak tersampaikan
Dalam serangkaian kata tak sama
Yang berpadu
Satu

Dua cinta bersatu
Dalam rangkaian kata
Dalam indahnya doa
Dalam bahasa dunia
Bahasa cinta

Satu kalimat ringkas nan padat
Yang mampu menyatukan dua insan
Dalam sebuah akad
Membuktikan kekuatan bahasa yang sesungguhnya
Bahwa bahasa juga bisa bercinta
Bahasa punya jiwa
Bahasa tak sekedar media

Satu kalimat bisa mati oleh satu kata
Yang Tuhan bolehkan sekaligus benci
Terlarang tapi ada
Terjauh dari hati
Tapi dekat dari lisan
Batasan hanyalah kerongkongan

Wahai engkau pemilik kalimatku nanti
Yang namamu kusebutkan nanti
Yang menyempurnakan setengah agamaku
Yang menjadi bagian krusial hidupku
Doa kusebutkan untukmu
Meski nama tak kunjung ada
Harapan kugantung bagimu
Meski rupa belum tampak

Aku berjuang untukmu
Dalam bahasa, doa, dan asa
Aku berjuang untukmu
Menjadikanku cerminanmu
Menjadikanku setaramu
Memantaskan diri bagimu

Aku selalu jatuh cinta pada bahasa
Tapi cinta itu
Tak lebih dari cinta pada Sang Pencipta Cinta
Category: 0 comments

Mak, Titip Surga Satu Ya

Hari ini adalah hari terbaik dari beberapa hari dalam satu minggu terakhir ini. Dan itu terbukti dari sumringah cerah yang terus membuncah dari seorang jagoan dari kampung yang banyak udangnya di daerah Jawa Timur sana. Broto namanya, tapi banyak yang memanggil dia "berotot". Bukan karena badannya yang berotot, tapi setiap dia bicara selalu muncul otot di lehernya.

Karena esok hari, adalah hari dimana Broto akan menerima penyematan sebagai salah seorang yang sudah berhasil menempuh ujian hidup selama 4 tahun, yang biasa disebut oleh khalayak umum sebagai kuliah. Dengan mengantongi nilai yang sedikit diatas standar saja, seorang anak desa yang tak memiliki ayah sejak kecil ini bersyukur akan hasil yang ia dapatkan sejauh ini. Kuliah yang ia tempuh sepenuhnya ditanggung oleh negara. Bahkan terkadang ia mendapatkan bonus dari seringnya ia memberikan materi pengajian di masjid sekitar kampusnya.

"Assalamualaikum mak, nanti tak jemput jam berapa?"
"Waalaikumussalam nak, Insyaallah keretanya sampai jam 6 besok pagi"
"Oke mak. Bawaannya gak banyak-banyak to?"
"Gak banyak kok nak, mamak jg gabisa bawa terlalu banyak. Gak kuat"
"Okedeh, kalo ada perubahan jadwal kabarin yo mak"
"Insyaallah"

Broto menutup telepon dan mengucapkan hamdalah karena sudah mengetahui kabar dari ibunya yang datang jauh jauh dari kampung sampai ke ibukota. Dengan ini lengkaplah sudah persiapan Broto untuk menghadapi hari yang dinanti-nanti.

Category: 0 comments

Mati dan Kembali

Ambil aku ketika Muslim
Ambil aku saat Khusnul Khotimah
Ambil aku di jalanMu
Ambil aku jika memang habis waktuku

Keringat dan darahku jatuh di jalanMu
Peluh dan tangisku jadi amalku
Air mata jadi tanda
Bahwa aku mengharapkanMu

Doa mana menembus langit
Menyentuh Sidratul Muntaha
Dahi yang menghitam
Kaki yang membiru
Mata yang sembab
Namun hati yang syahdu
Melantunkan Syahadat untuk kesaksianku padaMu

Kulantunkan Adzan untukMu
Memanggil hamba-hambaMu
Sembari merindukan Rasul utusanMu
Berbondong menyembahMu

Jika bukan cinta, apa namanya
Jika bukan berserah, apa lagi namanya
Jika bukan taqwa,
Jelaskan padaku rasa apa yang lebih indah
Daripada merasakan kehadiranNya
Kehadiran Sang Pencipta
Sang Penjaga
Sang Pelindung
Yang Maha Esa

Jadikan aku hambaMu yang ingat
Jadikan aku hambaMu yang sadar
Jadikan aku hambaMu yang sabar
Jadikan aku hambaMu yang mati
Mati di jalanMu
Mati membaca namaMu
Mati kembali padaMu