Mak, Titip Surga Satu Ya

Hari ini adalah hari terbaik dari beberapa hari dalam satu minggu terakhir ini. Dan itu terbukti dari sumringah cerah yang terus membuncah dari seorang jagoan dari kampung yang banyak udangnya di daerah Jawa Timur sana. Broto namanya, tapi banyak yang memanggil dia "berotot". Bukan karena badannya yang berotot, tapi setiap dia bicara selalu muncul otot di lehernya.

Karena esok hari, adalah hari dimana Broto akan menerima penyematan sebagai salah seorang yang sudah berhasil menempuh ujian hidup selama 4 tahun, yang biasa disebut oleh khalayak umum sebagai kuliah. Dengan mengantongi nilai yang sedikit diatas standar saja, seorang anak desa yang tak memiliki ayah sejak kecil ini bersyukur akan hasil yang ia dapatkan sejauh ini. Kuliah yang ia tempuh sepenuhnya ditanggung oleh negara. Bahkan terkadang ia mendapatkan bonus dari seringnya ia memberikan materi pengajian di masjid sekitar kampusnya.

"Assalamualaikum mak, nanti tak jemput jam berapa?"
"Waalaikumussalam nak, Insyaallah keretanya sampai jam 6 besok pagi"
"Oke mak. Bawaannya gak banyak-banyak to?"
"Gak banyak kok nak, mamak jg gabisa bawa terlalu banyak. Gak kuat"
"Okedeh, kalo ada perubahan jadwal kabarin yo mak"
"Insyaallah"

Broto menutup telepon dan mengucapkan hamdalah karena sudah mengetahui kabar dari ibunya yang datang jauh jauh dari kampung sampai ke ibukota. Dengan ini lengkaplah sudah persiapan Broto untuk menghadapi hari yang dinanti-nanti.

Category: 0 comments

Mati dan Kembali

Ambil aku ketika Muslim
Ambil aku saat Khusnul Khotimah
Ambil aku di jalanMu
Ambil aku jika memang habis waktuku

Keringat dan darahku jatuh di jalanMu
Peluh dan tangisku jadi amalku
Air mata jadi tanda
Bahwa aku mengharapkanMu

Doa mana menembus langit
Menyentuh Sidratul Muntaha
Dahi yang menghitam
Kaki yang membiru
Mata yang sembab
Namun hati yang syahdu
Melantunkan Syahadat untuk kesaksianku padaMu

Kulantunkan Adzan untukMu
Memanggil hamba-hambaMu
Sembari merindukan Rasul utusanMu
Berbondong menyembahMu

Jika bukan cinta, apa namanya
Jika bukan berserah, apa lagi namanya
Jika bukan taqwa,
Jelaskan padaku rasa apa yang lebih indah
Daripada merasakan kehadiranNya
Kehadiran Sang Pencipta
Sang Penjaga
Sang Pelindung
Yang Maha Esa

Jadikan aku hambaMu yang ingat
Jadikan aku hambaMu yang sadar
Jadikan aku hambaMu yang sabar
Jadikan aku hambaMu yang mati
Mati di jalanMu
Mati membaca namaMu
Mati kembali padaMu