Untitled

rasa suka selalu bersandingan dengan kebencian
toleransi selalu bersandingan dengan egoisme
kesabaran selalu bersandingan dengan amarah
kepercayaan selalu bersandingan dengan pengkhianatan

dalam kehidupan, kita selalu dihadapkan dengan pilihan
pilihan untuk menjadi diri sendiri, atau menjadi orang lain
untuk disukai atau untuk dibenci
untuk mendahului atau untuk mundur
untuk bicara atau untuk diam

tidak pernah ada cerita sebuah pohon tinggi yang tidak tertiup angin
tidak pernah ada cerita seorang pemimpin yang benar benar disukai
yang ada, semakin sering seseorang berada di depan, semakin banyak borok yang kelihatan
semakin banyak seorang bicara, semakin banyak kesalahan yang terbaca

ini pilihan, untuk berada di depan dan memimpin
tetapi semua orang melihat burukmu
tetapi semua orang mencacimu
atau berada di belakang
menyalahkan yang di depan jika salah jalan
mengkritik yang di depan jika tak benar

jika kau melakukan sesuatu dan tak ada seseorangpun yang membencimu, kau salah dalam melakukan itu

Wish You All The Best

Gaun pengantin berwarna putih dengan berbagai bunga hiasan yang berdiri tegak di atas kepalanya, terlihat sangat menawan. Hal itu semakin luar biasa ketika dipadukan dengan kecantikannya yang sederhana namun memikat mata. Ah, sungguh beruntung aku menemukan wanita secantik ini di masa ku yang sudah tidak muda.
Ini adalah kali pertamaku meminang seorang wanita. Aku, dengan jas hitam dan dasi berwarna merah dipadukan dengan songkok khas presiden pertama Republik Indonesia, hanya duduk mematung menunggu mc membacakan acara selanjutnya. Acara inti yang dinanti-nanti.
Orang orang sekitarku terlihat was-was, menantikan ucapan Ijab yang disampaikan oleh ayah dari mempelai wanita, dan Qabul yang akan diteruskan olehku. Mereka takut aku akan salah dalam mengucapkan nama sang mempelai wanita. Karena jujur saja, bagiku namanya cukup sulit untuk diucapkan. Dengan lidahku yang sarat dengan aksen jawa, namanya menjadi makin sulit untuk kuucapkan.
Seseorang menyelipkan kertas kecil berisi nama lengkap dan mas kawin yang sudah disiapkan. Kertas itu langsung kutaruh diatas meja dan kuapit dengan tangan kananku yang sedang memegang tangan mertuaku. Lebih tepatnya, sebentar lagi akan menjadi mertua. Dan sambil menunggu ia selesai mengucapkan dialog bagiannya, aku menghapalkan tulisan yang ada di kertas itu.
Wus, tanganku di ayun kecil untuk mengisyaratkan bahwa ini saatku mengucapkan dialog bagianku. Dan untungnya, tepat sebelum tanganku di ayun, aku sudah siap. Kemudian, dua orang di sekitarku langsung mengucap “sah” seketika saat sang penghulu menanyakannya.
Lega rasanya. Ini kali pertama dan terakhirku untuk melakukan semua hal ini. Tapi tidak untuk mempelai wanita. Ini adalah kali keduanya.
Iya, dia adalah seorang janda beranak satu. Dan satu anak ini, akan menjadi bagian hidupku yang paling luar biasa.
  
Category: 0 comments

Lentera

Ku cintaimu dengan logika, kau diam tanpa kata
Ku cintaimu dengan hati, kau bilang tak bisa janji
Ku cintaimu dengan cinta, kau bilang kau tak suka
Lalu harus apa?

Ku datang kepadamu dengan emas, kau bersikeras
Ku datang kepadamu dengan suka, kau palingkan muka
Ku datang kepadamu dengan duka, kau hanya kedipkan mata
Ku datang kepadamu dengan segalanya, bagimu tak berharga
Lalu harus apa?

Bulan sang pembawa mimpi berkata
"Tenang, mungkin ia mencintaimu
Kau hanya perlu percaya"
Bintang sang pembawa berita berteriak
"Tidak! Pergilah saja!
Waktumu habis untuknya!"
Matahari dengan bijaknya
"Luaskan hatimu
Agar betapapun cintamu
Selalu cukup untuknya"
Lalu harus apa?

Aku lentera tanpa api
Tak menerangi siapapun
Tak dihargai siapapun

Aku lentera tanpa api
Sudah kalah dengan teknologi
Tak ada di zaman ini

Aku lentera tanpa api
Aku hanya butuh apimu
Api cintamu..

Agar aku bisa menerangi
Agar aku berguna lagi
Agar aku hidup kembali

Karena aku bakal mati


Aku lentera tanpa api
Apimu, hidupku
Category: 0 comments

Pesan Untukmu

Tuuut...

Halo, aku sedang meneleponmu sambil duduk di kursi dibawah kanopi, di atas sebuah balkon rumah yang sepi dengan diselimuti langit malam nan sunyi.

Aku tahu kamu sedang tak enak hati untuk menjawab telepon ini, tapi satu yang aku sadari, aku disini merindukanmu. Walaupun ini hanya sekedar pesan yang ditinggalkan lewat wanita yang memberi kabar bahwa telepon genggammu tidak aktif. 

Iya, maafkan aku yang merindukanmu, merindukan suaramu. Aku hanya ingin mendengarnya barang sepatah kata. Walaupun takkan sebagus penyanyi, takkan semerdu peserta kontes suara lainnya. Aku tak tahu berapa banyak pesan lagi yang harus kutinggalkan untukmu. Sampai kau menjawabku, sampai kau balik meneleponku, sampai kau tahu apa yang harus kau katakan padaku.

Baru saja terdengar bunyi pertanda bahwa pesan hampir mencapai batasnya. Aku tak tahu apalagi yang harus kukatakan padamu setelah semuanya. Yang jelas, aku belum menyerah untuk bisa mendengarkan suaramu. Tapi, yang aku takut hanya satu, aku tak lagi menghubungimu.

Aku tutup pesan ini dengan kerinduan yang membuncah namun sunyi,
Dengan cinta yang meriah namun tak terperi
Dengan hati yang luas namun tak berisi
Dan ku harap kamu disini, di tempat luas yang kusiapkan untukmu
Di hati.

Tut.. Tut.. Tuuut...
Category: , 0 comments

Superhero Not Means Superpower

I'm a superhero. My name is Hugman. Not like most of superhero who fought with the villain to save the world, I save the world by hugging everyone. I could cure all kind of sickness. Right from the physical sickness until the mental sickness. I could cure heart cancer, also I could cure heart that already broken because of sadness. It's not a cool power, instead it looks funny. But, everyone still need my help to cure the sickness that doctor can't heal. Just by hugging people, the sickness will disappear.

The first time I got my abilities, I was abducted by a couple of aliens. They came from planet that shaped like heart. When I was 17 I wished for a love that wouldn't die. Instead of women I looking for, the aliens came right into my house. While I was asleep, they abduct me with a strange blue rays. When I opened my eyes again, I was in the middle of nowhere in the outer space. 
Category: 0 comments

Waktu Itu...


You won’t ever make a same story twice
You won’t ever redo a memory again
Because time, will always goes on

Air mata bisa saja tak keluar
Air muka bisa saja bahagia
Lautan hati siapa tau dalamnya
Memori bisa digali, tak bisa tertutup lagi

Sometimes
You have to choose
To bet, onto one choice
Wherever it takes you away
You have to move on
Leave the misery behind

Cerita, canda
Ingatan, kekuatan
Rasa, aroma
Atmosfir, getir
Walau tak ikut serta
Cukup lisan berkata
“Waktu itu…”

If parallel worlds did exist
I would jump into another world
That two event don’t meet each other
If time machine did exist
I would jump into the past
To feel it once again
Only if…

Tidak ada bukti ilmiah mengenai telepati
Tapi rasa itu hadir di ujung hati
Tak ada bukti ilmiah mengenai teleportasi
Tapi atmosfir itu ada di pojok ruang ini

You only live once
Make as many beautiful memories
Or just hear them through others
Then
Let them live in you forever






Gluckwunsch Gita Smanisda Choir
Nothing could change you


sorry for the bad quality picture ;)
Category: 0 comments

Jangan Lepaskan (end)


Satu minggu tak terasa sudah berlalu seiring dengan liburanku ke puncak pada malam minggu yang sama 7 hari yang lalu. Dan malam ini aku memang tak ada janjian dengan Lena, karena ia masih ada tugas organisasi yang harus dikerjakan untuk esok hari. Dia tak memintaku menemaninya karena ia tak mau aku mengganggunya. Memang sih, dahulu ketika aku ikut bersamanya ketika ia mengerjakan tugas, apapun yang ia kerjakan selalu tak pernah selesai. Dan baru selesai ketika aku pamit pulang. Jadi untuk malam ini, aku memutuskan untuk mencari hiburan lain dengan menghubungi teman-temanku.

Satu persatu kulihat tweet temanku di timeline, tak ada satupun yang memperlihatkan bahwa mereka sedang tidak kemana mana. Yang satu check-in foursquare di salah satu mall besar. Lalu ada yang menulis quality time dengan keluarga. Ada juga yang sedang kencan. Ah, sepertinya memang malam ini aku tidak ditakdirkan untuk kemana-mana.

Entah ada angin darimana, ketika aku membuka salah satu instant messaging, aku melihat nama Jane disana. Dia terlihat memasang status sedih yang sedikit berlebihan. Aku merasa ada yang aneh. Karena selama aku mengenalnya, ia bukan tipe yang suka mengumbar perasaan di dunia maya. Ah, kurasa itu cuma teman-temannya yang iseng meminjam handphone-nya lalu menulis yang aneh aneh di statusnya.

Aku : Dibajak ya? ._.
Jane : Apanya yang dibajak?
Aku : Itu tuh, statusmu. Jangan jangan kamu gak sadar kalo barusan dibajak o_O
Jane : Ah enggak kok :)
Aku : Trus, itu beneran statusmu? :o
Jane : Iya 
Aku : Waduh, maaf maaf. Ya gak biasanya aja kamu nulis kayak gitu. Maaf ganggu
Jane : Gapapa kok 
Aku : Yaudah, selamat bermalam minggu ya. Jangan sedih lo, nanti Dika marah :D
Jane : Iya :)
Category: 0 comments

Pahlawan Kesiangan


Aku mau kok jadi pahlawan kesiangan
Yang mengantarkanmu pulang
Meskipun sekarang hujan
Dan hanya satu jas hujan
Aku mau kedinginan

Aku mau kok jadi pelindungmu
Walaupun aku bukan pangeranmu
Dan hanya pengagum semu
Tapi aku siap sedia apapun katamu
Kapanpun mintamu

Category: 1 comments

Jangan Lepaskan


Aku melihat seorang gadis yang duduk di salah satu meja yang hanya memiliki dua kursi. Tipikal meja untuk pasangan memang. Apalagi posisinya juga tidak terlalu terlihat dari depan. Ditambah lagi, pencahayaan yang tidak terlalu terang juga tidak terlalu gelap, wajahnya jadi terlihat tertimpa cahaya sebagian. Dan meskipun hanya sebagian, manis wajahnya tak bisa kupungkiri lagi. Aku beruntung malam minggu ini bisa kuhabiskan bersamanya. Walaupun ini hapir menjadi rutinitas kami.
Namanya Lena. Gadis yang bisa dibilang mempunyai banyak fans. Dia adalah cewek cool yang agak pendiam. Aku mengatakan dia keren karena memang gayanya yang selalu enak dilihat. Tapi bukan yang terlalu penggila fashion. Dan juga bukan yang terlalu mengumbar. Seakan-akan semua pakaian yang dia pakai selalu keren dimataku. Tapi itu adalah bonus, aku meyukainya karena sifatnya yang juga keren dimataku.

“Cewek”
“Pasti alesan klasik lagi”
“Hehe, kali ini beda. Macetnya gak dijalan, tapi dirumah”
“Emang dirumah ada si komo lewat gitu ya?”
“Ada, banyak”
“Gila lu”
Category: 0 comments

Promot promot

Siapapun dirimu
Apapun kamu
Lewat browser manapun kamu
Aliran musik bagaimanapun dirimu
Kalau punya waktu

mbokya dateng ke Soundcloud Wuagwong

Makasih :D
Category: 0 comments